Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Menulis dari Lebih 1000 Guru



    Ibnu Katsir berkata dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah tentang Muhammad bin Ismail,
    ”Dia melakukan perjalanan kepada seluruh guru hadits di kota-kota yang memungkinkan baginya untuk menjangkaunya. Dia menulis hadits lebih dari 1000 guru. “

    Ibnu Katsir berkata pula, “Muhammad bin Ismail pernah bangun dari tidurnya di suatu malam. Dia pun menyalakan lampu dan mencatat ilmu yang terlintas di benaknya, lalu dia mematikan lampu kembali. Kemudian, dia bangun lagi dan melakukan hal yang sama. Demikian, sampai hal itu terjadi sekitar 20 kali.”
    Allaahu akbar. Betapa besar cintanya pada ilmu.

    Muhammad bin Yusuf bercerita, “Suatu malam, aku berada di rumah Muhammad bin Ismail. Aku memperhatikannya bangun, lalu dia menyalakan lampu untuk mengingat sesuatu dan mencatatnya sebanyak 18 kali.”

    Simak pula penurutan dari Muhammad bin Abu Hatim, sang penyedia kertas bagi Muhammad bin Ismail, “Apabila aku bersama Abu Abdillah (Muhammad bin Ismail) dalam suatu perjalanan, maka dia mengumpulkan kami dalam satu rumah, kecuali terkadang di musim panas. Aku melihatnya bangun dalam satu malam sebanyak 15 hingga 20 kali. Pada saat seperti itu, dia mengambil pemantik api, lalu dia menyalakan api dan lampu. Kemudian dia mengeluarkan hadits-hadits, dan menandainya. Lalu, dia merebahkan diri, dan sholat di waktu sahur sebanyak 13 rakaat. Setiap kali bangun, dia tak pernah membangunkanku. Aku berkata padanya, ‘Engkau melakukan semua ini dengan tekun, tanpa membangunkanku.’ Dia berkata, ‘Kamu masih kecil, aku tak ingin mengganggu tidurmu.’

    Suatu hari, ketika kami berada di Firabr, aku melihatnya telentang di atas tengkuknya dalam menulis kitab tafsir. Pada hari itu dia tampak begitu lelah, karena banyaknya dia mengeluarkan hadits. Aku berkata kepadanya, ‘Wahai Abu Abdillah (Muhammad bin Ismail), aku mendengarmu telah berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak melakukan sesuatu tanpa ilmu, sejak aku memahaminya’. Lalu, ilmu apa yang engkau gunakan dalam kondisi telentang begini?’
    Dia menjawab, ‘Kami begitu lelah hari ini. Dan, tempat ini adalah satu diantara perbatasan. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi dari musuh. Aku ingin beristirahat, dan aku mempersiapkan dir untuk itu. Jika tiba-tiba musuh menyerang, sementara kita belum siap, kita masih punya kekuatan.’”

    Muhammad bin Abi Hatim melanjutkan, “Muhammad bin Ismail ahli menunggang (kuda) dan memanah. Selama aku menyertainya, aku belum pernah mengetahui panahnya meleset dari sasaran, kecuali 2 kali, dan dia tak tertandingi.”

    Inilah pemuda yang nantinya menjadi pemimpin para ahli hadits, yang namanya disebut-sebut orang dengan manis: Imam Al-Bukhari. Semoga rahmatNya senantiasa tercurah untuk beliau dan kita...

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728